Dunia Dewi

September 5, 2007

“DUGDERAN”

Filed under: Religion —— dewi-hera @ 2:09 am

Istilah “dugderan” bagi para “pribumi” semarang mungkin dah ga
asing lagi. Dugderan merupakan salah satu tradisi di kota
semarang dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan .

Menurut sejarah,Dugderan berasal dari kata dug dan der.
Dug adalah suara dari bedug masjid yang ditabuh sebagai tanda
dimulainya puasa, der adalah suara dentuman meriam yang dulu
ditembakkan setelah bedug ditabuh.
Dugderan dimulai tahun 1881 Masehi ketika Semarang diperintah
oleh Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Adipati (RMTA)
Purbaningrat. Pemukul bedug kala itu adalah sang adipati Semarang
itu,kini dilakukan oleh Wali Kota Semarang.

Ada yang khas dalam dugderan, yaitu ada maskot binatang Warak.
Sosok ini menyerupai kuda, naga dan ular. Badan berbentuk kuda,
berleher ular, berkepala naga atau singa, berkulit sisik ular.
Sosok warak memang hanya ada di Semarang.Dan dugderan tanpa warak,
bukan dugderan lagi namanya.

Konon, warak memiliki makna yang dalam. Warak berasal dari bahasa
Arab wira’I yang berarti santun, penuh ketaatan, tidak sombong.
Ada pula yang mengatakan warak berasal dari bahasa Jawa warah yang
berarti petuah baik. Dua kata itu bermakna baik semua.
Pesan Ramadhan adalah agar selalu berbuat baik, tidak sombong,
serta berlaku santun.

Bukan pemandangan yang asing jika melihat kawasan Polder tawang
saat ini, seperti di Tahun sebelumnya , klo menjelang bulan
ramadhan gini kawasan tersebut sudah sesak Oleh Para pedagang
gerabah yang mulai membuka dasaran, ga ketinggalan pula
arena bermain seperti komedi putar dan sebangsanya, Aneka jajanan
tradisional, Dan macem-macem mainan anak.Mirip kayak pasar malemlah

Perayaan ini diakhiri dengan karnaval Dugderan pada tanggal 12
September nanti dengan diikuti oleh iring-iringan peserta
berpakaian tradisional, kesenian khas Semarang (Gambang Semarang)
dan maskot Dugderan Warak Ngendok. Prosesi berlangsung dari
balaikota Semarang menuju masjid besar Kauman di kawasan Johar
dimana bedug kemudian ditabuh sebagai pertanda dimulainya bulan
puasa.

Jadi inget jaman muda dulu,aq liat di tiap puncak acara dugderan
pasti terjadi tawuran antar pelajar,yaa maklum aja dalam “ceremonial”
tersebut masyarakat Semarang mayoritas “tumplek blek” ikut
menyemarakkan, ga ketinggalan para pelajar Juga, tentu menjadi
pemandangan yang sangat “menarik” ketika di sela-sela prosesi
berlangsung harus di warnai dgn aksi “kejar-kejaran” dan saling
melempar batu.Dulu yang menjadi “arena” tawuran adalah sekitar
jl.Pemuda .

Tapi itu dulu lho…dugderan sekarang dah aman koq,ga da aksi
tawuran lagi,Tentunya Pemkot Semarang sudah antisipasi dengan
mengerahkan aparat Keamanan supaya acara dapat berlangsung
dengan aman dan terkendali,sayang sekali kan? jika perayaan
dugderan yang merupakan salah satu warisan budaya harus di
warnai dgn tawuran.

MARHABAN YA RAMADHAN

1 minggu lagi bulan suci Ramadhan segera datang..
Bulan yang mengingatkan qt akan segala kebaikan dan kemuliaan.
untuk menyambutnya dengan ketulusan hati,
Mohon Maaf Lahir Batin dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
bagi semua yang menjalankannya.
moga amal ibadah qt di limpahkan pahala dan keberkahan.. Amin..

Leave a Reply

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.