Dunia Dewi

June 5, 2008

GITANJALI : kidung persembahan

Filed under: Uncategorized —— dewi-hera @ 11:42 pm

Keras kepala jadi penghalang,namun hatiku nyeri kala kucoba merontokkannya.
Kebebasanlah yang paling kudambakan,namun mengharapkannya membuatku
merasa malu.
Selubung yang membalutku adalah selubung debu dan kematian; aku membencinya
namun kudekap ia dalam cinta.
Dosa-dosaku banyak,kegagalanku besar,aibku rahasia dan terasa menyiksa,namun
kala aku datang untuk memohon nasib baikku, aku menggigil ketakutan kalau -
kalau doaku di kabulkan.

***

KAla aku pergi dari kehidupan ini biarlah ini menjadi kata-kata perpisahanku,
bahwa apa yang telah kusaksikan tak mungkin terlampui. Aku telah merasakan
madu tersembunyi dari teratai ini yang mengembang di atas lautan cahaya,dan
dengannya aku di berkati - biarlah ini menjadi kata -kata perpisahanku.
Di ruang permainan dari bentuk-bentuk yang tak terhingga ini aku telah memainkan
peranku dan di sini tiba - tiba aku melihat dia yang tak berbentuk.
Seluruh tubuh dan segenap anggota badanku gemetaran oleh sentuhan dia yang
tak tersentuh, dan jika kematian datang kesini,biarkan dia datang-dan biarlah
ini menjadi kata-kata perpisahanku.

***

Hari yang berdiri antara engkau dan aku menunduk mengucapkan salam perpisahan yang terakhir.
Malam menutupkan kerudung ke wajahnya, dan menyembunyikan sebuah pelita menyala di kamarku.
Dayang kegelapan datang tanpa bersuara dan membentangkan karpet pengantin untukmu sebagai tempat dudukmu bersamaku disana dalam keheningan tanpa kata -kata hingga malam usai.

***

Malamku telah berlalu diatas ranjang duka,dan mataku letih.
Hatiku yang sesak belum siap bertemu pagi dengan suka hiruk pikuk kegembiraannya.
Tutupkanlah kerudung pada cahaya telanjang ini, yang memberi isyarat padaku minggir dari cahaya yang menyilaukan dan tarian kehidupan.
Biarkanlah jubah kegelapan yang lembut menyelubungiku berlapis -lapis,dan melindungi kepedihan hatiku sejenak dari tekanan dunia.

COntinue ….

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.